Friday, November 9

Sisi Buruk Media Membentuk Pola Pikir Ala Barat

Pola Pikir Ala Barat
sumber gambar:http://brilliantmobilemarketing.com
Media masa baik cetak maupun elektronik sekarang ini telah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat dunia. Dengan adanya informasi yang disajikan media masa, banyak orang yang mengetahui situasi kondisi yang ada di suatu daerah tanpa harus datang ke tempat kejadian. Bahkan sekarang ini banyak media yang selain melalui surat kabar maupun elektronik juga mempunyai situs yang dapat diakses di internet. Kita dapat mengaksesnya di sembarang tempat asalkan ada akses internet dan tak terbatas waktu.

Kita harus berterimakasih dengan media, karena dengan adanya media kita menjadi orang yang mempunyai tambahan pengetahuan. Walaupun sering dirumah asalkan ada koran, tv atau internet kita tidak kurang informasi. Yang dengan informasi itu kita semua menjadi tahu tentang banyak hal dari kuliner sampai yang tingkatnya negara yaitu politik.



Di sisi lain, sama dengan kebanyakan informasi, di media masa ada sebuah kebenaran dan ada juga sesuatu yang tidak benar, seolah olah menjadi sebuah kebenaran yang dikemas dengan sedemikian rupa menjadi sebuah opini publik sehingga menjadikan pemahaman di tengah masyarakat. Jika tidak perfikir dengan jeli, masyarakat akan menelan mentah-mentah apa yang di opinikan suatu media.

Sebagai penikmat seharusnya kita jeli dan mampu menyaring informasi yang kita peroleh apakah itu fakta atau isu yang di gembar-gemborkan media untuk menaikan isu agar menjadi opini publik.Seperti isu yang baru-baru ini muncul, tapi isunya telah sejak satu dasawarsa terakhir telah di gembar gemborkan dan timbul tenggelam sehingga masyarakat yang lupa menjadi ingat kembali. Yaitu isu terorisme yang belum tentu kebenarannya, jika benar teroris, tidak mengapa dihukum. Tetapi yang terjadi banyak terduga teroris yang belum tentu juga teroris di bunuh, dan tidak ada kejelasan setelah itu, dibiarkan seperti angin lalu oleh aparat yang membunuhnya. Bagaimana dengan penderitaan yang dialami keluarga terduga teroris.

Yang kebanyakan terduga teroris itu adalah orang islam yang mempunyai buku tentang jihad dan kitab-kitab khas yang memang seharusnya dimiliki oleh setiap umat islam, seperti hadits karangan imam madzhab dls.Sepertinya media telah tidak adil dalam menilai teroris, bagaimana dengan Amerika yang telah mebom bardir irak dengan alasan memberantas teroris  sejak kejadian 11 September dan ikut campur dalam urusan negara lain yang malah memperparah keadaan. Apakah itu tidak disebut dengan teror.!!!

Sepertinya media telah menjadikan pola pikir masyarakat menjadi phobia terhadap islam. Sebagai akibat jika ada seseorang mengajak ngaji, orang yang diajak mengaji tersebut tidak mau dengan berbagai alasan salah satunya, "ogah ah.. nanti kalau jadi teroris gimana?." Dan masih banyak lagi akibat dari media yang sangat berperan besar dalam menjadikan masyarakat phobia dengan islam dengan membuat berita sepihak dan tidak adil terhadap islam.



No comments:

Post a Comment