Wednesday, June 25

5 Tips Agar Terus Kreatif


Tips Menjadi KreatifPasti kamu pernah mendengar kata kreatif? Bisa dibilang orang kreatif itu orang yang berpikir sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain. Dengan kata lain, orang kreatif itu thinking out of the box.

Tetapi sering kita bingung tentang kreatif ini. Apakah kreatif merupakan bawaan lahir, atau kreatif hasil dari latihan? Banyak ilmuan yang perpendapat bahwa keahlian itu dibentuk dari latihan yang berulang-ulang. Anda harus memiliki jam terbang selama 10.000 jam untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Begitupun dengan kreatifitas, kreatifitas sebenarnya juga hasil dari kebiasaan dan latihan yang berulang-ulang.

Jadi sudah jelas bahwa kreatif itu membutuhkan latihan. Pertanyaanya selanjutnya, bagaimana latihan untuk menjadi kreatif? Berikut ini akan saya berikan beberapa tips menjadi kreatif:

1. Selalu Mencari

Terkadang kita berada di suatu tempat yang sama, namun sebenarnya kita tidak benar-benar mengamati keadaan sekitar. Belajarlah untuk mencari sesuatu yang baru dari tempat tersebut. Bagaimana caranya? Seperti contoh, cobalah amati ruanganmu, amati semua sudut, bentuk, warna, letak barang-barang, yang sebelumnya tidak kamu amati. Hal tersebut akan membuat kamu menjadi lebih kreatif. Selain itu, kamu akan menemukan hal menarik lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Lepas Dari Rutinitas

Kamu terbiasa melalui jalur yang sama setiap berangkat dan pulang kerja? Makan siang di tempat yang sama? Menggunakan alat yang sama saat berkreasi? Cobalah untuk mengubah semua.

Anda bisa mencari jalan lain menuju tempat kerja. Bisa juga mencari tempat makan siang baru, tidak melulu di tempat yang sama dan dengan menu yang itu itu aja. Dan coba mencari alat lain dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, tidak bergantung pada satu alat, pepatah mengatakan "Tiada Rotan Akarpun Jadi."

3.Luangkan Waktu Membuat Jurnal

Menulis di blog juga merupakan cara meningkatkan kreatifitasmu. Terutama blog yang isinya keseharian penulis. Bisaanya blog pribadi yang contentnya berisikan pengalaman penulis, bisa pengalaman lucu, atau bahagia.

Tapi lebih baik jika kamu menulis di kertas. Biarkan kata-katamu mengalir dan jangan menulis hanya karena ingin membuat dunaimu sempurna. Gunakan pulpen untuk meningkatkan semangat kreatifmu.

4. Tanamkan Semangat Belajar

Jangan batasi pemikiranmu dengan prinsip bahwa belajar hanya di sekolah. Belajar bisa dimanapun, kapanpun, dan dengan berbagai cara. Seperti, bertanya pada ahli di bidangnya, membaca buku, mengikuti kursus, seminar, dan browsing.

Lalu apa korelasinya kreatif dengan belajar? Dengan sering belajar, seseorang akan memiliki pola pikir kreatif dalam kesehariannya.

5. Bergaul dengan Orang Kreatif

Berteman dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, berteman dengan panda besi akan terkena percikan besinya. Itu mungkin perumpamaan yang tepat untuk menjelaskan tips yang kelima ini.

Jika kamu selalu bersama orang yang menggeluti dunia internet marketing, lama kelamaan sedikit banyak, kamu akan mengetahui seluk beluk bisnis online. Jika kamu sering bertemu dengan seorang penulis handal atau sastrawan, makan paling tidak kamu akan termotivasi untuk menulis atau setidaknya anda menyukai sastra.

Itulah kelima tips agar kamu terus kreatir. Artikel di atas, saya tulis ulang dengan penambahan dan penguranan seperlunya, yang bersumber dari beberapa artikel di internet. Semoga bermanfaat!

Tuesday, June 24

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ramadhan Kareem


Beberapa hari lagi, Umat Islam kedatangan tamu istimewa, yaitu bulan Ramadhan. Sebagai seorang Muslim sudah seharusnya kita bahagia menyambut datangnya Ramadhan. Untuk mempersiapkan kedangatan bulan suci ini, salah satu yang harus dipersiapkan adalah ilmu. Khususnya ilmu agama yang berhubungan dengan  keutamaan Ramadhan.

Semoga dengan mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, kita semua menjadi lebih semangat di bulan Ramadhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Beberpa keuntamaan Ramadhan antara lain:
  
1. Bulan Diturunkannya Al Qur'an 

Seperti firman Allah SWT, dalam surat Al Baqarah.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]

2. Terdapat Malah Yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Di bulan Ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar. Allah SWT berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah[2]. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[3]

3. Salah Satu Waktu Dikabulkannya Doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[4]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[5] An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[6] An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”[7]

Sumber: http://muslim.or.id
_________________________________________________________________________________

[1] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179.

[2] Tafsir Ath Thobari, 21/6.

[3] Zaadul Masiir, 7/336-337.

[4] HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.

[5] HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[6] Al Majmu’, 6/375.

[7] Idem.


Tuesday, June 17

Ketika Orientasi Hidup, Lahir dari Alam Kapitalisme

Aku mencintai kehidupan ini. Tayangan televisi, seperti sinetron, berita, dan iklan-iklan yang ada, secara tidak langsung telah mempengaruhi cara berpikir dan bertindakku.

Dari sering menonton tivi, aku mulai memiliki pandangan tertentu tentang masa depanku. Aku suka wanita cantik, pokoknya kalau sudah gede aku harus memiliki pacar cantik, lengkap dengan dandana modis anak muda.Aku memimpikan besok memiliki pacar dengan rambut panjang terurai, dandana ala artis sinetron. Akupun menganggap, wanita adalah segalanya. Wanita seperti aktris sinetron, pasti akan membahagiakan hidupku. Dan ketika dewasa nanti aku akan menikah dan kami hidup bahagia selamanya.

Ekstrim kan, anak SD sudah berpikiran tentang cinta sampai segitunya.

Ketika itu diriku masih beranggapan begini, Bukankah itu wajar? Mas-Mas dan Mbak-Mbak yang ada disekitarku juga seperti itu, mereka pacaran, putus ganti lagi, putus ganti lagi. Sampai akhirnya menemukan pendamping hidup yang dicintainya dan akhirnya menikah. Dalam pikiran aku, hidup itu yang paling penting harus memiliki pendamping yang cantik dan itu pasti akan membahagiakanku.

Setidaknya seperti itulah pandanganku tentang kehidupan di waktu SD dulu. Dan itu masih melekat hingga SMP.

Namun kenyataanya berkata lain. Dari situ kehidupan tidak berjalan seperti yang aku bayangkan. Kehidupan ternyata lebih sulit, tidak sekedar percintaan yang hadir di dalamnya, sepert cerita sinetron. Terkadang sedih, kekurangan materi dan lain-lain melingkupi kehidupan.

Dari situ kegalauan seorang remaja muncul. Dari masalah kehidupan dirumah sampai masalah di sekolah bermunculan. Di saat itulah titik paling rendah dalam kehidupku.

                                                                             ***

Dari sebuah pengajian remajalah titik kebangkitan hidupku. Pengajian remaja itu diadakan seminggu sekali. Awalnya aku mengikuti pengajian tersebut malas-malasan, yang menjadi motivasi mengikuti pengajian hanya ingin berkumpul dengan teman-teman, selain itu gurunya juga frendly. Ehh.. karena keasik, jadi keterusan.

Hingga akhirnya, komunitas pengajian remaja hanya tersisa bebarapa saja. Dari situ kami mendapatkan meteri yang lebih intensif, yakni fokus membahas satu kitab (buku.)

Dari situlah aku lebih tahu apa itu Islam. Islam menurut pemahamanku dulu hanyam sebatas ibadah ritual semata serta nilai-nilai kebaikan. Seperti, jika orang sudah sholat, membayar zakat, tidak mengganggu tetangga dan kita tidak diganggu tetangga itu idealnya seseorang dikatakan baik. Puncaknya ketika seseorang sudah naik haji, disitulah orang tersebut dikatakan telah menjadi orang baik.

Ternyata pemahaman yang dahulu aku miliki kurang lengkap, memang semua itu diajarkan dalam Islam, tapi Islam tidak hanya mengatur tentang itu. Islam mengatur setiap aktifitas manusia, bisa dibilang Islam itu sistim kehidupan. Jadi dari mulai mengatur individu dengan dirinya sendiri, individu dengan Allah SWT, serta individu dengan orang lain, semua itu diatur di dalam Islam. Termasuk pengturan sistim pemerintaha ada didalamnya.

Dari proses yang tidak sebentar, aku semakin memahami tentang Islam. Islam adalah agama yang sempurna. Dan aku yakin dengan pasti bahwa tiada Tuhan selain Allah. Tuhan yang telah menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan ini. Dan Rosulullah SAW adalah utusaNya.

Sekarang diriku baru menyadari, bahwa diriku adalah adalah korban sistim Sekuler/Kapitalisme. Keganasan sistem ini, sampai-sampai membuat orang Islam tidak mengenal jati dirinya sebagai seorang muslim. Maka sudah semestinya seorang Muslim itu menuntut ilmu Agama. Selain itu merupakan kewajiban seorang Muslim, juga sebagai benteng yang akan melindungi kita dari pemikiran asing diluar Islam.

Thursday, April 24

Jalan Menuju Keimanan (Makna Kehidupan)

Makna Kehidupan

Sewaktu usia balita, saya pernah beberapa kali bertanya pada orang tua, lebih tepatnya pada Ibu saya "Dari mana asal saya?" Ibu menjawab, "Kamu dari Bapak dan Ibu"

Pertanyaan itu berlanjut, "Terus Bapak dan Ibu dari mana? dijawab lagi oleh orang tua saya, "Bapak dan ibu dari Nenek dan Kakek."

Pertanyaan saya berlanjut, "Terus... Terus..." Sampai pertanyan itu berujung pada jawaban "Kamu dan semua manusia berawal dari Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Dan Allah SWT yang menciptakan kita semua."

"Ow, gitu ya Bu..."

Begitulah percakapan saya dengan Ibu saya. Kurang lebih seperti itulah, jika banyak lebihnya, itu hanya bumbu.

Pasti pertanyaan ini juga pernah kamu tanyakan pada orang tuamu? Iya. Iya Kamu! yang membaca tulisan ini! Kalau belum pernah, paling tidak, pernah muncul dalam benak kamu, dan kamu bertanya-tanya pada diri sendiri. Pertanyaan itu wajar ditanyakan setiap orang, karena fitroh manusi memang begitu.

Awalnya kata "Ow..." yang saya ucapkan itu belum seratus persen yakni. Mungkin baru 90% yakinnya. Tapi setelah perjalanan waktu, keyakinan itu benar-benar 100% Isnya Allah.

Keyakinan yang pasti tersebut saya dapat ketika saya mengikuti pengajian intersif yang diadakan seminggu sekali selama 2 jam. Dari situlah saya "menemukan" Al Khaliq (Sang Pencipta.) Dampak dari "menemukan" Sang Pencipta dan mencari kebenaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta dan Muhammad SAW sebagai Nabi sekaligus Rosul penyampai Kebenaran. Dan Al Qur'an sebagai kitab yang diturunkan Sang Pencipta untuk mengatur kehidupan manusia, sungguh luar biasa. Yang pasti dengan proses, berjalannya waktu, kehidupan saya berubah, ke arah yang lebih baik, Insya Allah. Segala Puji hanya untuk Allah.

Setidaknya, gambaran singkat materi yang diberikan dalam Bab pertama pada buku yang dibahas di kajian tersebut, seperti dalam video ini.

Saturday, April 19

Terpaksa Harus Menulis...

Quote Menulis


"Terpaksa dalam kebaikan lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa." — dhico velian

Sepertinya niat saja tidak cukup harus ada kerja nyata dalam menulis, meskipun niat baik seorang Muslim akan dicatat malaikat sebagai amal baik. Tulisan ini adalah salah satu hasil dari kerja nyata saya.

Setiap orang pastinya akan bergerak sesuai dengan pemikiran yang diperolehnya kemudian diyakini kebenarannya. Sebagai contoh, jika ada seseorang berpemahaman bahwa menulis itu penting, maka Ia mengusahakan untuk terus menulis. Menulis akan menjadi agenda yang tidak terlewatkan dalam kesehariannya.

Tapi jika melihat kenyataan yang ada, banyak orang yang ingin menulis tapi tidak kunjung menulis, meskipun satu paragraf atau satu kalimatpun dalam sehari. Pertanyaanya mengapa tidak menulis?

Mungkin hal tersebut terjadi karena belum benar-benara menganggap penting kegiatan menulis. Mungkin ini juga yang terjadi pada diri saya. Huahaha...

Dengan tulisan yang sedikit ini, semoga dapat menjadi awal menuju tulisan-tulisan salanjutnya yang lebih banyak dan bermanfaat pastinya.

Inti dari tulisan ini adalah buat jawaban dari pertanyaan, "Mengapa harus menulis?". Kalau tujuannya jelas, dijamin menulisnya semakin rajin. Ayo... bersama-sama membangun kebiasaan baik ini...

Salam...

#Just Writing.

Monday, April 7

Catatan Akhir Kampanye 2014 di Jogja


kampanye di Jogja

Kampanye untuk memilih calon wakil rakyat, kemarin baru saja berakhir. Tepatnya pada hari Sabtu, 5 April 2014 lalu. Akhir dari kampanye itu tidak disia-siakan oleh caleg. Para Caleg dari masing-masing partai berlomba meraih dukungan dari masyarakat dengan beragam cara. Seperti di lapisan masyarakat, para simpatisan partai berusaha menjaring masyarakat sebanyak-banyaknya untuk mendukung aspirasi partai. Dengan mengerahkan masa untuk konfoi keliling kota.

Mereka melakukan konfoi di jalan-jalan dengan mengenakan artibut partai tertentu. Tidak lupa juga mereka memodifikasi setiap motor menjadi bersuara keras tidak sebagaimana mestinya. Suara itu mungkin mereka anggap dapat menarik perhatian masyarakat untuk melihat.

Memang benar, suara tersebut menarik perhatian saya untuk berkomentar buruk terhadap mereka. Bagaiman tidak? Dengan suara yang sebegitu kerasnya, ketika kita berpapasan dengan arak-arakan motor itu kuping kita menjadi budek sementara.

Wednesday, January 29

Korupsi, Demokrasi, Revolusi

Korupsi, Revolusi
Menjelang Pemilu, menjadi hal lumrah di pinggir-pinggir jalan terpasang bendera-bendera dari berbagai partai yang lolos verifikasi KPU. Menjadi wajar pula terdapat 2 bendera partai, terpasang di satu tempat yang sama, seperti di tiang listrik, atau tiang telephone. Seperti yang ada di jalan depan rumah saya, dua bendera partai berdampingan berjejer rapi.

Terbesit pertanyaan dalam benak saya, apa kenyataanya mereka akur seperti dua bendera itu yang saling berbagi tempat berkibar ditiup angin? Melihat realita yang sudah-sudah sih mereka akur, tapi hanya dalam hal berbagi uang panas, selebihnya ketika mereka tertangkap dan terbukti menjadi tersangka mereka pura-pura tidak kenal satu sama lain.

Wajah mereka menjadi terkenal beberapa waktu, menjadi sorotan media yang begitu gencar meliput perkembangan terbaru dari sebuah kasus korupsi. Satu sosok tenggelam, datang lagi sosok lain yang terlibat sebuah kasus yang sama. Mereka bak artis pendatang baru yang sebenarnya kehadirannya tidak diinginkan masyarakat. Artis-artis ini akan terus ada, seiring dengan masih diterapkannya sistim demokrasi.